Selasa, 05 Mei 2015

Pengembangan Pribadi Konselor #2



PENGEMBANGAN PRIBADI KONSELOR 

2.    Komitmen sebagai Konselor

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komitmen memiliki arti:
1)      Perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak.
2)      Tanggung jawab
Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang membulatkan hati dan tekad demi mencapai sebuah tujuan. Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang rela meninggalkan segala sesuatu yang membuat seseorang memikul resiko dan konsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses. Komitmen adalah kemampuan dan kemauan untuk menyelaraskan perilaku pribadi dengan kebutuhan, prioritas dan tujuan organisasi.
Komitmen sebagai konselor adalah suatu perjanjian (keterikatan) seorang konselor untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya dalam menyelenggrakan pelayanan Bimbingan dan Konseling sesuai dengan kewenangan dan kode etik profesional Konselor.
Konselor harus memiliki kesadaran dan komitmen terhadap etika profesional, yakni dengan memberdayakan kekuatan pribadi dan keprofesionalan konselor, meminimalkan dampak lingkungan dan keterbatasan pribadi konselor, menyelenggarakan pelayanan sesuai dengan kewenangan dan kode etik profesional konselor, mempertahankan obyektivitas dan menjaga agar tidak larut dengan masalah peserta didik, melaksanakan referal sesuai dengan keperluan, peduli terhadap identitas profesional dan pengembangan profesi, mendahulukan kepentingan peserta didik daripada kepentingan pribadi konselor.
Para konselor profesional perlu berkomitmen secara pribadi dan professional untuk terus memperbarui dan meningkatkan keahlian dan pengetahuan mereka sebagai cerminan dan representasi kemajuan terbaru bidang profesi mereka. (Gibson & Mitchell, 2011)

Referensi:
KBBI dan Gibson, R. L., & Mitchell, M. H. (2011). Bimbingan dan Konseling. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

TIPS MANAJEMEN EMOSI

TIPS MANAJEMEN EMOSI

Pertama qta harus menumbuhkan niat utk mau berlatih memenej emosi.
Kemudia membangun motivasi diri, kalo bukan dimulai dr diri qta sendiri terus dimulai dr diri siapa??
Next, berusaha utk tidak terlalu sensitif, baik thadap diri sendiri atopun thdp org lain,
Next, berusaha utk mampu memetakan kapan serius, kapan bercanda,
Next, berusaha memetakan kapan harus husnuzhan&positive thinking. Kapan harus su'uzhan&negative thinking.
Next, qta harus memiliki etika, kesopanan, sikap saling menghormati, menghargai, saling memahami,
Next, coba qta meminimalisir yg namanya Perasaan Bersalah Berlebihan dan Perasaan Merasa Benar Berlebihan,
Next, coba qta menyelidiki emosi qta, manakah kiranya yg kiranya belum termenej dg baik,
Next, coba qta latih diri qta sesering mungkin utk bisa memenej setiap emosi qta,

Sabar..
Kadang orang mampu bersabar ketika mendapat ujian berat ato musibah besar
Tp sering orang tak mampu bersabar ketika mendapat ujian ringan ato musibah kecil.
Misal antri di BANK, antri di loket pembayaran, saat di kasir t4 perbelanjaan, saat kondisi macet,
Orang2 yg saat ini qta lihat dan qta nilai adl penyabar, mereka melatih dirinya berbelas ato bahkan puluhan tahun utk bersabar.
Karena menurut dila, niat yg kuat dan latihan bersabar dlm sgala hal positif dan negatif adl akan menghantarkan qta pada menejemen emosi yg baik, dr sabar akan banyak melahirkan sikap2 yg baik yg luar biasa.
Mari selalu berusaha utk menjadi pribadi yg lebih baik setiap waktunya :)
Smg bermanfaat :)
10.02.2015

Senin, 04 Mei 2015

MAKNA SABAR

Makna Sabar

Rasa sabar itu bisa jadi akan melunturkan kebencian yang menggunung menjadi sebutir debu
Rasa sabar itu bisa jadi akan membuat waktu yang lama menjadi sebentar

Banyak dari kita yang sanggup bersabar atas ujia/cobaan/musibah yang besar, namun tidak banyak dari kita yang mampu sabar atas hal-hal kecil di sekitar kita.
Mari perhatikan diri kita,
seberapa sabar kah kita menunggu antrian di loket pembayaran??
seberapa sabar kah kita saat menelpon gak diangkat, sms gak dibalas, BBM/WA gak direspon atau mungkin hanya di Read??
seberapa sabar kah kita saat jaringan internet melambat??
sudahkah kita bersabar??
sudahkah kita berhusnuzhan akan setiap peristiwa yang tak sesuai harapan??

Sabar yang sesungguhnya adalah sikap pertama yang kita tunjukkan saat menerima sesuatu yang tidak kita sukai atau harapkan, entah dalam kadar sangat atau biasa saja.

Sabar itu harus dilatih, gak ada yang tiba-tiba menjadi penyabar,
mari mulai berlatih dari hal kecil di sekitar kita :)

Seberapa sabar kah kita?? tanyalah diri kita :)

Semoga bermanfaat :)


Senin, 13 April 2015

KHALIFAH RASYIDAH



KHALIFAH RASYIDAH
Novia Nur Fadhila

PENDAHULUAN
Masa Khilafah Rasyidah merupakan masa kepemimpinan setelah Nabi Muhammad saw wafat., yaitu mulai dari masa Abu Bakar sampai kepada ‘Ali ibn Abi Thalib. Para khalifahnya disebut Al-Khulafa’ Al-Rasyidun (khalifah-khalifah yang mendapat petunjuk).[1] Al-Khulafa’ Al-Rasyidun bertugas

MARS MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-46 MAKASSAR



MARS MUKTAMAR MUHAMMADIYAH KE-46 MAKASSAR
Syair: Prof. Din Syamsudin
Lagu: Dwiki Darmawan

MENUJU INDONESIA BERKEMAJUAN

Sang Surya di ufuk tinggi
Cerahi persada negeri
Dari Timur gerakkan nurani
Bangkitkan tamaddun tinggi

Angin mamiri berhembus kencang
Layar phinisi lebar berkembang
Walau ombak besar menantang
Pantang surut ke belakang

Reff 1:
Janganlah kita berpangku tangan
Tegapkan langkah hadapi tantangan
Dengan penuh keyakinan
Kita kan tiba di tujuan
Reff 2:
Mari bangkitkan Persyarikatan
sambil bergandengan tangan
Gerakkan dakwah pencerahan
Menuju Indonesia berkemajuan

Dari Makassar ke Makassar
Khittah jadi pegangan dasar
Dakwah pencerahan kian besar
Indonesia maju di jalan benar
INTERLUDE

Reff 1:
Janganlah kita berpangku tangan
Tegapkan langkah hadapi tantangan
Dengan penuh keyakinan
Kita kan tiba di tujuan
Reff 2:
Mari bangkitkan Persyarikatan
sambil bergandengan tangan
Gerakkan dakwah pencerahan
Menuju Indonesia berkemajuan

Senin, 06 April 2015

MARS HW dan HYMNE HW PANDUKU

MARS HW

Hizbul Wathan Muhammadiyah sangat pesat berkembang
Di seluruh Indonesia bukan disini sa…ja
Memegang amanahnya, menjunjung a-gama
Teguh hati sebagai baja
Menjalankan kewajiban dengan sopan serta perwira
Sama-sama faqir dan kaya
Punya haluan sedikit bicara banyak bekerja

HYMNE HW PANDUKU

Hiz-bul wathan bangkit dan melangkah
Putra putri Muhammadiyah
Pandu pembela tanah air tercinta
Kader pemimpin bangsa
Bersemboyan fastabiqul khairat
Dengan semangat pantang surut
Membina insane yang berakhlak mulia
Teguh iman dan bertaqwa
Hizbul Wathan itulah panduku
Disanalah qta bersatu
Berbakti demi nusa dan bangsa
Masyarakat sejah-te-ra
Hizbul Wathan mengemban tugasnya
Memenuhi janji pandunya
Dengan i-khlas beramal usaha qur’an hadits pedomannya

Rabu, 01 April 2015

Pengembangan Pribadi Konselor #1

PENGEMBANGAN PRIBADI KONSELOR #1

1.    Unjuk Kerja Konselor Profesional

Berdasarkan pada UU No.20 tahun 2003 pasal 1 ayat 6 bahwa keberadaan konselor dalam system pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu kualifikasi pendidik, sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong belajar, tutor, widyaiswara, fasilitator dan intrukur. Tentunya tiap kualifikasi pendidik memiliki unjuk kerja masing-masing. Untuk unjuk kerja konselor berada dalam kawasan pelayanan yang bertujuan mengembangkan potensi dan memandirikan konseli dalam pengambilan keputusan dan pilihan untuk mewujudkan kehidupan yang produktif, sejahtera, dan peduli kemaslahatan umum.
Unjuk kerja konselor berbeda-beda di setiap jenjang pendidikan sesuai dengan rentang usia peserta didik. Karena tiap rentang usia memiliki kebutuhan tugas perkembangan yang berbeda-beda. Jenjang pendidikan yang ditangani oleh konselor diantaranya jenjang sekolah dasar, jenjang sekolah menengah (SMP/SMA) dan Perguruan tinggi.
Sosok utuh konselor professional adalah memiliki kompetensi konselor yang mencakup kompetensi konselor akademik dan professional sebagai satu keutuhan. Kompetensi akademik merupakan landasan ilmiah dari kiat pelaksanaan pelayanan professional bimbingan dan konseling.  Kompetensi akademik merupakan landasan pengembangan bagi kompetensi professional, yang meliputi: 1) memahami secara mendalam konseli yang hendak dilayani, 2) menguasai landasan teoritik bimbingan dan konseling, 3) menyelenggarakan bimbingan dan konseling yang memandirikan,dan 4) mengembangkan pribadi dan profesionalitas secara berkelanjutan.
Unjuk kerja konselor sangat dipengaruhi oleh kualitas penguasaan empat kompetensi tersebut yang dilandasi oleh sikap, nilai dan kecenderungan pribadi yang mendukung kompetensi akademik dan professional konselor secara terintegrasi membangun keutuhan kompetensi pedagogic, kepribadian, social, dan professional.

Referensi: Depdiknas. (2008). Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta.